Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan sangat bangga dan dengan
bebas aku akan bisa memanggilmu dengan sapaan khas yg hanya aku yg memanggilmu
dengan sapaan itu. Ah, senangnya ya.
Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan selalu standby dengan
telepon genggam ku memegangnya setiap saat, menabung uang tambahan untuk selalu
mengisi sejumlah nominal pulsa sebelum pulsa itu habis karena aku tak mau tak
mmbalas pesan pesanmu yg menyenangkan itu, dan tentu saja aku akan selalu cepat
membalas pesan atau mengangkat telefonmu. Oh, ya , selalu dan senantiasa
menyimpan dengan rapi pesan pesanmu, terutama saat dimaana kamu mengucapkan hal
hal yg diluar fikiranku di luar imajinasiku. Tentu, karena aku tau, setiap
pesan dan telefon yang berasal darimu itu berharga. Bukannya yg lain tak
berharga, mereka semua berharga, tapi aku tak tau kenapa, bagiku. setiap hal
tentangmu yang bisa kusimpan, akan selalu kusimpan. Intinya karena bagiku, kamu
itu special <3
Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan selalu mudah untuk menghampiri
ke kelasmu, membawakan buku yg kau pinjam untuk.. emm ya untuk siapa lagi kalau
bukan untukmu. Tanpa ragu, aku akan membawakannya untuk mu, seberat apapun buku
itu, mengetuk pintu kelasmu, menengok ke dalam sekitar kelasmu, bertanya pada
teman mu dimana keberadaanmu. Atau jika pada saat itu, kau sudah berada duduk
di kursi itu, aku akan dengan senang hati membawakannya untukmu.
Sendainya bahagia mu itu aku, aku bisa tertawa, berbicara, duduk, berdiri, berjalan
berdampingan denganmu tanpa harus merasa ragu. Aku sayang padamu, dan aku
bangga!
Seandainya bahagia mu itu aku, aku dan kamu bisa bepergian tanpa
segan, aku bisa memperhatikan dengan saksama bagaimana dan makanan apa saja yg
kau sukai dan yg kau benci untuk mellihatnya, aku akan dengan mudah
memperhatikanmu dengan jelas karena aku sangat mudah untuk melihatmu karena
kamu di 'depanku', kamu itu duniaku yang luar biasa hmmmm menyenangkan.
Seandainya bahagiamu itu aku, aku tak perlu untuk menulis ini,
karena aku benar benar bahagiamu. Tapi, kenyataannya parah, aku hanya berandai andai.
Sangat sering aku berandai andai tentang mu, tentang kita yg 'nggak selesai'. Maaf salah, emm, sepertinya kata yg tepat adalah 'belum dimulai'. Banyak sekali 'mimpi' yang ingin aku bangun dengan mu. namun sayangnya kandas sebelum aku sempat untuk mewujudkannya. kenapa ? karena jelas jelas bahagiamu itu dia, bukan aku. kamu dan dia yg mewujudkan mimpi mimpi ku. kamu dan dia yg merangkai kisah kisah menyenangkan yg sering aku andai andaikan. kisahmu itu berhubungan dengan kamu dan dia, tak ada kata aku didalamnya. aku hanya berandai berharap mewujudkan keinginan itu dalm sebuah rangkain lamunan yg tak tau entah kapan berakhir, sedangkan dia. dia yg mewujudkan dengan nyata apa yg selama ini aku inginkan. aku bayanganmu, dia impianmu. kamu angan angan ku, dia wujud nyata milikmu.







0 komentar:
Posting Komentar