Sabtu, 16 Juni 2012

Seandainya Bahagia mu itu Aku



Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan sangat bangga dan dengan bebas aku akan bisa memanggilmu dengan sapaan khas yg hanya aku yg memanggilmu dengan sapaan itu. Ah, senangnya ya. 

Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan selalu standby dengan telepon genggam ku memegangnya setiap saat, menabung uang tambahan untuk selalu mengisi sejumlah nominal pulsa sebelum pulsa itu habis karena aku tak mau tak mmbalas pesan pesanmu yg menyenangkan itu, dan tentu saja aku akan selalu cepat membalas pesan atau mengangkat telefonmu. Oh, ya , selalu dan senantiasa menyimpan dengan rapi pesan pesanmu, terutama saat dimaana kamu mengucapkan hal hal yg diluar fikiranku di luar imajinasiku. Tentu, karena aku tau, setiap pesan dan telefon yang berasal darimu itu berharga. Bukannya yg lain tak berharga, mereka semua berharga, tapi aku tak tau kenapa, bagiku. setiap hal tentangmu yang bisa kusimpan, akan selalu kusimpan. Intinya karena bagiku, kamu itu special <3

Seandainya bahagia mu itu aku, aku akan selalu mudah untuk menghampiri ke kelasmu, membawakan buku yg kau pinjam untuk.. emm ya untuk siapa lagi kalau bukan untukmu. Tanpa ragu, aku akan membawakannya untuk mu, seberat apapun buku itu, mengetuk pintu kelasmu, menengok ke dalam sekitar kelasmu, bertanya pada teman mu dimana keberadaanmu. Atau jika pada saat itu, kau sudah berada duduk di kursi itu, aku akan dengan senang hati membawakannya untukmu.

Sendainya bahagia mu itu aku, aku bisa tertawa, berbicara, duduk, berdiri, berjalan berdampingan denganmu tanpa harus merasa ragu. Aku sayang padamu, dan aku bangga!

Seandainya bahagia mu itu aku, aku dan kamu bisa bepergian tanpa segan, aku bisa memperhatikan dengan saksama bagaimana dan makanan apa saja yg kau sukai dan yg kau benci untuk mellihatnya, aku akan dengan mudah memperhatikanmu dengan jelas karena aku sangat mudah untuk melihatmu karena kamu di 'depanku', kamu itu duniaku yang luar biasa hmmmm menyenangkan.

Seandainya bahagiamu itu aku, aku tak perlu untuk menulis ini, karena aku benar benar bahagiamu. Tapi, kenyataannya parah, aku hanya berandai andai.

Sangat sering aku berandai andai tentang mu, tentang kita yg 'nggak selesai'. Maaf salah, emm, sepertinya kata yg tepat adalah 'belum dimulai'. Banyak sekali 'mimpi' yang ingin aku bangun dengan mu. namun sayangnya kandas sebelum aku sempat untuk mewujudkannya. kenapa ? karena jelas jelas bahagiamu itu dia, bukan aku. kamu dan dia yg mewujudkan mimpi mimpi ku. kamu dan dia yg merangkai kisah kisah menyenangkan yg sering aku andai andaikan. kisahmu itu berhubungan dengan kamu dan dia, tak ada kata aku didalamnya. aku hanya berandai berharap mewujudkan keinginan itu dalm sebuah rangkain lamunan yg tak tau entah kapan berakhir, sedangkan dia. dia yg mewujudkan dengan nyata apa yg selama ini aku inginkan. aku bayanganmu, dia impianmu. kamu angan angan ku, dia wujud nyata milikmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Tamelia's Blog Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting