Waktu itu, aku didepan kelas duduk bersandar di sebuah bangku panjang bersama dengan teman teman. Seperti biasa, pagi itu, sepertinya bel masuk sekolah masih lama terdengar, emmm ya kurang lebih masih 25 menit lagi. "Masih lama, dia belum lewat. Dia belum berangkat.." pikirku. Aku masih bersama teman temanku, masih bersenda gurau, membicarakan hal hal yang kurang penting itu sembari menunggu mu lewat. Iya, hanya menunggu untuk melihat mu 'lewat'. Bukan lewat tepat di depanku memang, tapi lewat jauh di seberang lapangan sana. Kelas kesayanganku inni memang berada tepat di depan lapangan upacara. Dan dia, terbiasa lewat di sisi seberang lapangan sana untuk menuju ke kelasnya.
Kurang 15 menit lagi. Aku masih menunggu. Aku hanya ingin melihatnya saja. Tidak lebih. Ini cukup untuk membuatku merasa yaa entahlah, aku senang melihatnya. Orang Jawa terbiasa menyebutnnya dengan kata 'ayem'. Ya, itu lah yang aku rasakan saat ini. Dan, tak lama kemudian, jeng jeng aku melihatnya lewat , dengan jaket putih yang ia tenteng di tangan kanannya dan tas hitamnya yang bergelayut di pundak kirinya. Badannya yang semampai tinggi itu lewat dengan santainya. "Demi Tuhaan..." batinku. Aku cukup senang dengan seperti ini. Melihat nya dari sudut pandang yang tidak dilihat.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan pun sudah berganti. Ya, masih saja, aku melakukan ritual itu. Hahaha, benar benar lucu memang. Emm, sebenarnya bukan 'ritual pagi' itu saja yang aku lakukan. Aku tak pernah lupa untuk membuka profil mu di 2 jejaring sosial itu. Aku hanya ingin tau kabar dan keadaanmu. Itu saja. Hahahha, I'm your lovely stalker :D
Dan tak terasa, waktu pun berganti. Sebentar lagi, ujian mu tiba. Aku hanya bisa meratapi nasib. Kamu akan pergi, sedangkan aku masih bertahan di sekolah yang satu ini. Ah, sedih. Tidak akan ada lagi yang akan aku tunggu di depan kelasku. Tidak akan ada lagi jaket putih itu, tidak bisa lagi yaaaah melihatmu. Aku benar benar merasa kehilangan dan sepi. Kamu memang tak mengenalku, bahkan tak mengetahui siapa aku. Tapi, aku benar benar memperhatikanmu dari sini. Ya, dari tempat yang tak akan pernah kau lihat. Pernah ku coba untuk sekedar 'mendekat' , tapi aku bingung, kamu pun belum tentu mau berdekatan denganku. Denganku yang bukan sosok terkenal ini, denganku yang bukan orang yang modis ini, denganku yang orang yang sama sekali tak kau kenal.
Dan sampai hari itu. Hari dimana setiap senior mengelilingi kelas para juniornya satu per satu untuk meminta doa dan permohonan maaf karena akan melewati ujian ujian yang berat itu. Hemm, kelasmu. Aku menunggu. Menunggu dengan sesuatu yang menyesakkan. Melihatmu, terakhir kali nya *mungkin*. Aku duduk sendiri di pojok kelas. Hingga akhirnya, aku melihat, dii luar kelas, diantara kerumunan senior-senior itu, teman-teman mu itu datang menghampiri kelasku, dan salah satu dari temanmu masuk ke kelasku dan berkata blablabla, katakata yang tak begitu kuperhatikkan. Aku jelas tidak memperhatikkan kata kata itu, aku resah mencarimu. Aku hanya ingin melihatmu untuk saat ini saja. Dari tempat dudukku yang pojok ini, aku melihat, memperhatikkan dengan seksama, ya, aku mencarimu. Mencari diantara teman teman mu yang berada di depan ruang kelas, mencarimu diantara orang orang yang sibuk berbicara sendiri di dekat jendela kelas, mencari mu di dekat pintu ruang kelas. Tak ada. Aku belum menemukanmu. Atau aku malah tak menemukanmu ? entahlah. Aku masih berusaha. Sampai akhirnya, salah satu temannya yang masuk dan berbicara kata kata penutup. Aku bergetar. Aku belum menemukanmu. Dan tiba tiba aku tak kuasa, menahan tangis. Aku menangis di pundak sahabatku yang tiba tiba duduk di sampingku, seolah tau bagaimana perasaanku saat ini.
Bel sekolah berbunyi. Aku keluar kelas. Masih dengan keadaan yang bimbang. Aku duduk di teras kelas. Tempat dimana aku biasa menunggumu di pagi hari hanya untuk melihatmu 'lewat'. Aku duduk termenung. "Ya Tuhan, aku takkan melihatnya lewat di depanku lagii...." batinku. Masih menyesakkan. Aku menunduk. Beripikir. Dan menetes lagi. Tapi kali ini aku coba untuk menahan. "Ini keramaian, tahaan, tahaaan..." batinku lagi. Aku memandang ke depan. Dan tepat di depanku, kamu lewat. Iya, lewat di seberang lapangan sana. "Kamu mau pulang..." fikirku. Ada sedikit rasa bahagia karena Tuhan masih mengizinkan ku untuk melihat mu lagi. Aku melihatmu dengan seksama. Mencoba menyimpan penglihatanku ini dengan benar ke memori otakku. Agar aku tak lupa, bagaimana caramu membawa jaket mu itu, bagaimana caramu membawa tas hitammu itu, dan bagaimana cara berjalanmu yang lucu itu. Semoga aku tak lupa.
Kamu memang tak mengenalku, tapi aku memperhatikanmu. Ya sudahlah, jagalah diri baik baik disana. Berusahalah, sukseslah ! Seperti lagu Chrisye, "Pergilah kasih kejarlah keinginanmuu....." Take care , see you soon :')
-Terinspirasi dari pengalaman seorang sahabat-
Jumat, 13 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







3 komentar:
josss tenaann :D
kisah kasih disekolaaah.. dengan si dia ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌
wisnu: wkwkwkwk, Alhamdulilah :D
quarto: ihii ihihii tp dudu ceritaku lhooh ki
Posting Komentar